dan…. setelahnya…. (PART II)
kerja tiga bulan lebih dilapangan beresin maping awal, akhirnya dipertaruhkan dalam satu ruangan sempit selama 90 menit yang cuma berisi beberapa meja dan kursi beserta seperangkat alat presentasi (proyektor, layar, dan laptop) karena kelompok kita ada lima orang jadi satu orangnya cuma kebagian 15 menit buat berkokok didepan…..
satu orang maju buat buka presentasi… terus orang berikutnya njelasin hasil penelitian berupa kondisi geologi daerah pemetaan (geomorfologi, stratigrafi, struktur, dan geologi sejarah)….
semua pejantan-pejantan yang maju berkokok dengan baik, buat njelasin plus menjawab pertanyaan penguji (dosen)…..
entah mungkin karena langit tidak merestui, atau bumi tidak ikut membantu, dan semesta tidak ikut bersatu padu menanggung beban seorang anak adam yang terperangkap, terhimpit dan berkeringat didalam ruangan itu……
dari semua pejantan yang berkokok cuma seoang pejantan yang tidak memanfaatkan tenggang waktu 15 menit untuk berkokok dengan optimal….
ah….. kukkuruyuk.. keok… keok….. seekor pejantan….. ah… kasian….. mungkin karena salah satu pejantan tersebut terserang flu atau kenapa-kenapa entahlah, reaksi yang terlihat tak ada suara nada yang keluar selain kata ” menurut saya.. eeee….. mmmmmmmm…. eeeeee….. anu….. em……. itu pak…. eum….. apa namanya…….mungkin anu… em…”. Gua sadar dalam benak para audience gak terkecuali penguji yang hadir dalam ruangan pasti bertanya-tanya… ” ni orang mau boker aja pake curhat segala…”
arghhhh…!!!!! dan suara-suara itu (eee… em… anu… de el el) berdurasi 10 menit lamanya hingga jawaban yang keluar dari mulut gua sangat terkesan ngaco, ngasal, dan apalah namanya… oh god mental gua udah down…..
saat disuruh duduk gua cuma main-mainin pulpen sambil berharap dan berdoa ‘ ya Allah tolong jangan buat penderitaanku dalam ruangan ini lebih dari 90 menit bahkan kalau bisa lebih cepat lebih baik ……. amin’.
terus terang gak ada persiapan pribadi sama sekali tapi sudahlah sudah lewat…. pertanyaannya gak susah-susah amat bahkan mudah, hanya dalam kondisi seperti ini hanya ketenangan yang mampu menenangkan dan memenangkan….
setelah semuanya berakhir dengan unhappy ending story gua dapat pelajaran moral kalo ternyata ‘ hidup ini gak boleh terlalu agresif atau terlalu bersemangat tapi juga kita gak boleh terlalu jumawa dalam menghadapi sesuatu ‘…………
2 comments Januari 25, 2009
Ah….. akhirnya (PART I)
kadang.. kadang gua berfikir batasan antara teknik dan bukan teknik itu bagaimana… tapi setelah masuk geologi gua sepertinya menemukan sedikit titik terang dari itu semua……
dalam unek2 gua dulu pas es em a, teknik itu pasti ilmu pasti.. ngitung-ngitung.. nurunin dan nyari rumus, gak usah ngapal… paling pusing liat angka.. dan kebanyakan program studi teknik emang seperti itu…. secara reputasi akademik pas es em a, gua emang lumayan buruk.. apalagi masalah hitungan-hitungan……. biar kate ampe abis cukur bulu jembut satu soal fisika aja gak bakal selese-selese gua kerjain ampe seharian.
ketakutan gua mulai muncul pas smester terakhir, gua mulai berfikir mending masuk ipe es tapi udah kelas tiga dan gua udah telat 2 taon (tinggal kelas maksudnya.. hehehe)…
entah kenapa akhirnya gua lulus es pe em be. dan gua keterima di salah satu universitas negri… gua ambil teknik geologi…
smester 1, 2,3 gua mulai menyadari kalo antara pelajaran teknik dan ipe es itu gak ada bedanya…. di pertama kali masuk semua pelajarannya ngapalin batu, menghayali batu, sampe…. making love with batu…. (bruk..bruk…bruk… disambit batu).
singkat cerita kami mahasiswa tingkat awal yang masih bau kencur dan kentut menjalani mata kuliah praktek kerja lapangan di college gua namanya di ganti ‘pemetaan geologi awal….’
buset… kerjanya jalan-jalan mulu disungai… ngeliatin batu sekalian ama tai-tai yang mungkin kebetulan ada disitu punya penduduk sekitar…
singkat cerita lagi pulang dari lapangan setelah semuanya beres…(bikin laporan.. bikin peta..bikin lain-lainya) hasil data lapangan dipresentasikan depan dosen….. (bersambung)…..
1 comment Januari 24, 2009
BUMI DAN SUSUNANNYA
Sejak kelas empat es de kita sudah tau kalo bumi itu bulat (yah.. gak bulat-bulat amat sih)… padahal sebelum manusia menciptakan pesawat ulang alik yang bisa terbang sampai satelit yang bisa motret anggapan manusia bumi merupakan hamparan yang datar dan luas, pusat tata surya dan setrusnya… sampai akhirnya kopernikus dengan heliosentrisnya, galileo nemuin teropong, keplir, dan ilmuan lainnya memberikan titik terang mengenai perspektif manusia terhadap bentuk bumi meskipun galileo sampai ditentang pihak gereja ketika itu (kasian)… pertaruhan besar para ilmuan klasik tersebut melahirkan babak baru bagi para penjelajah dunia (columbus dkk) untuk berkelana mencari daratan baru dari berbagai platform (eropa dengan 3G nya bukan generasi hape yang bisa nelpon sambil melototin wajah masing2 tapi semboyan gold, gospel, dan glory – saudagar arab dan china dengan semangat rantaunya ^-^ – serta pelaut pelaut skandinavia yang tangguh pada masanya) yang secara sederhana untuk mencari jawaban kebenaran paradoks bentuk bumi yang didebatkan ketika itu.
Bumi merupakan planet ketiga dari matahari yang berjarak 149.600 km ( dianggap satuan standar-1 satuan astronomi 1 SA / 1 Au – buat ngukur jarak benda langit lainnya dari bumi) dan berukuran dengan diameter 12000 km termasuk kedalam gugus planit dalam (planit dalam dan luar dibatasi oleh sabuk asteroid yang memiliki orbit antara mars dan yupiter- mars merupakan batas planit dalam -) dan bumi merupakan satu-satunya planit di galaksi bimasakti yang memungkinkan adanya kehidupan. does god play dice with the universe ?
Diameter bumi yang berukuran sekian kilometer ini ternyata tidak merupakan satu kesatuan bola pejal yang homogen tetapi memiliki bagian-bagian (lapisan-lapisan) mirip buah dengan kulitnya. Dalam hal ini pengetahuan mengenai struktur interior bumi pemodelan dan kandungannya dipelajari khusus dalam disiplin ilmu tertentu yaitu geologi dan geofisika. Geologi sebagaimana etimologisnya geo-bumi- dan logos – ilmu – . geofisika secara spesifik mempelajari bumi terutama sifat fisik bagian dalam bumi dengan alat tertentu serta dengan konsep keilmuan fisika. Adapun perbedaan keduanya secara garis besar geologi mempelajari materi penyusun bumi beserta isinya khususya materi yang ada dipermukaan bumi(batuan) hasil produksi-keluaran- materi dalam bumi (magma) dan data geofisika memberikan gambaran sifat bawah permukaan secara fisika (sifat fisika batuan bawah permukaan). Adapun ilmu-ilmu yang terkait dalam mempelajari bumi ada berbagai macam disiplin ilmu– seperti geografi, geodesi, dan geo lain-lain-.
Sebagaimana dijelaskan diatas bumi bukan merupakan bola raksasa pejal yang homogen tetapi memiliki kandungan materi dengan fase yang beragam. Goldssmict membagi bumi menjadi beberapa bagian , begitu juga ilmuan lain. Sederhananya secara garis besar bumi terbagi menjadi 3 bagian utama: inti, mantel dan kerak. Inti bumi menurut para ahli fisika dan geofisika merupakan pusat bumi. Inti bumi oleh para ahli dibagi dua yaitu inti dalam dan inti luar, inti dalam memiliki fase yang padat (solid) dan kemungkinan
tersusun dari besi (Fe) kenapa besi, menurut para ahli logam besi banyak terdapat di alam dan berat jenis rata-rata material penyusun bumi mendekati berat jenis besi. Adapun inti luar memiliki fase lebih cair. Lapisan diatas inti dikenal sebagai mantel yangberisi magma(larutan silika pijar yang sangat panas senantiasa bergerak karena mengalirkan kalor secara konveksi) terbagi dua yaitu mantel atas dan mantel bawah kedua fasenya sama-sama cair, lantas apa yang membedakan keduannya ahli geofisika menemukan fenomena geofisika dari data kecepatan gelombang seismik yang ditembakan kedalam bumi memiliki perbedaan fase diskontinuitas antara mantel atas dan bawah, diskontinuitas dikneal sebagai mohorovicic discontinuity, antara mantel bawah dengan inti luar dikanal dengan guettenberg discontinuity dan antara inti dalam dan inti luar diskontinuitasnya ditemukan oleh lehmann sehingga namanya lehmann discontinuty. Lapisan diatasnya mantel adalah kerak bumi yang disekat oleh lapisan astenosfer yang berfase gel. Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi dibawah atmosfer memiliki ketebalan ± 70 km dengan fase rigid disinilah terjadi proses pembekuan, solidifikasi magama dari proses kristalisasi, fraksinasi, diferensiasi dan berbagai macam proses pembekuan magma lainnya serta disinilah terjadi proses pelapukan, transportsasi, pengendapan dan solidifikasi batuan sedimen beserta diagenesanya, disini juga terjadi proses metamorfisme akibat event-event tektonik dan proses metamorfisme lainya. Dan yang paling penting.. disinilah kita hidup.
Kerak bumi dibagi dua yaitu kerak benua dan kerak samudra. Kerak benua komposisi utamanya adalah silika dan alumunium (sial). Sedangkan kerak samudra kaya silika dan magnesium (sima). Kerak benua lebih tebal dari kerak samudra. Pondasi kedua duanya sama-sama tersusun dari batuan beku hasil pembekuan magma dari mantel begian atas hanya saja kerak benua tercover batuan sedimen lebih banyak karena event pelapukannya yang lebih intens dan penelitian mengenai batuan dilantai samudra belum begitu banyak diketahui. Dari sifat keasaman batuannya batuan di kerak benua lebih asam dari kerak samudra oleh karenanya batuan di kerak benua kaya akan mineral-mineral asam (felsic) sedangkan mineral basa yang berwarna lebih gelap (mafic) merupakan komposisi yang umum penyususn batuan dikerak samudra.
Magma sebagaimana halnya telah disebutkan diatas merupakan larutan (solution) yang pijar(panas) dan merupakan sumber semua unsur anorganik yang terbentuk dialam (boleh lah disebut sebagai nenek moyang batuan) jika magma naik ke permukaan (baik dengan menyusup rekahan, atau aktifitas gunung api) maka akan terjadi proses pembekuan magma (yang melibatkan berbagai macam proses fraksinasi-kristalisasi-diferensiasi-asimilasi-liquid immiscibility-de el el) magma yang membeku akan membentuk mineral dari proses kristalisasi (mineral adalah material penyusun batuan yangmemiliki sistem kristal tertentu) maka boleh dikatakan terbentuklah batuan beku. Batuan beku tersebut dapat bersifat asam ataupun basa tergantung dari mineral penyusunnya seperti disebutkan diatas. batuan beku basa umumnya terbentuk lebih awal jika dilihat dari gradasi penurunan suhu dan batuan beku asam terbentuk lebih akhir. mineral-mineral asam mudah larut dalam magma sedangkan mineral basa sukar larut sehingga dalam proses peleburan (melting) kembali mineral basa akan larut lebih akhir, jika dilihat keduanya berbeda saat pembentukannya kan
Gb. Siklus batuan
Berbicara tentang batuan bukanlah terbatas hanya batu (stone) yang terlihat secara kasat mata tetapi batuan mencakup seluruh material yang ada dipermukaan bumi yang memiliki fase padat(rigid) mulai dari batuan beku yang banyak dijumpai dimana-mana, kerikil, pasir, tanah, hingga debu yang berterbangan diudara merupakan prodak dari batuan. Secara umum semua macam batuan yang ada di alam terbagi menjadi tiga kelompok yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf. batuan beku terbentuk dari hasil pembekuan magma (kristalisasi magma), batuan sedimen terbentuk dari proses pelapukan atau bahan2 material lain di alam(dapat dari batuan beku, sedimen, metamorf, dan lainnya) dan terendapkan kembali hingga keras seperti batu, adapun batuan metamorf terbentuk karena kontrol tekanan dan suhu yang sangat tinggi (P and T) dapat berasal dari batuan beku dapat pula berasal dari batuan sedimen dengan syarat ada kontrol tekanan dan suhu yang tinggi. Tekanan dapat berasal dari event tektonik atau dapat juga dari aktivitas pembebanan adapun suhu dapat berasal dari kontak dengan panas magma dan bertambahnya suhu pada kedalaman ter tentu.
Batuan beku asam kaya akan kandungan silika (SiO2) sebaliknya batuan beku basa kandungan silikanya sedikit umumnya kaya akan logam alkali. Hal tersebut dijelaskan oleh bowen dalam deret bowen susunan keterbentukan mineral penyusun batuan
Gb deret bowen
Deret sebelah kiri dari seri bowen dikenal sebagai deret non kontinu. Artinya mineral disamping tidak terbentuk bersama dalam suhu yang sama sesuai dengan gradasi suhu magma yang turun maka terbentuklah mineral selanjutnya tentu saja kandungan silikanya semakin bertambah. Adapun deret sebelah kanan dikenal dengan detet kontinu. Deret kontinu tersebut merupakan deret dari mineral-mineral kelompok plagioklas, jenis mineral dalam deret plagioklas dipengaruhi oleh kandungan unsur Ca dan Na. semakin kebawah (suhu turun) umumnya kandungan Na bertambah.
Adapun pemerian jenis batuan (asam atau basa) di pengaruhi oleh keterdapatan mineral-mineral deret bowen sebagai massa dasar dari batuan tersebut misalnya untuk batuan beku ultra basa dan basa tentunya kaya akan mineral-mineral mafic (olivin, pyroxene, hornblend, ca-plagioklas….) sedangkan untuk batuan beku asam dan menengah (intermediet) kandungannya banyak diisi oleh mineral pada dert bowen bagian bawah (alkali-k-feldspar, kuarsa, Na plagioklas…).
Maka berdasarkan kandungan silika batuan beku dapat dibagi menjadi:
Batuan beku asam SiO2 > 67%
Batuan beku menengah SiO 52-67 %
Batuan beku basa SiO2 45-52%
Batuan beku ultra basa SiO2 <45%
Batuan beku asam contohnya granit dan ryolit, granit kaya akan mineral felsic (asam barwarna terang) pada masa dasarnya meskipun terdapat juga beberapa mineral mafic seperti biotit, batuan beku menengah contohnya andesit dan diorit, tekstur batuan umumya porpiritik banyak mineral dari kelaompok plagioklas tengah seperti andesin, oligoklas dll, batuan beku basa contohnya basalt dan gabro, biasanya dijumpai sebagai masa besar batuan plutonik tekstur kristalnya feneritik, equigranular, holokristalin dan kasar-kasar (gede-gede), adapun kelompok ultra basa diantaranya dunit, hizburgit, piroksenit, hornblendit, dari namanya aja udah banyak make nama mineral mafic (piroksen, hornblen)teksturnya kasar, equigranular, dan berat jenis sangat tinggi karena kaya akan logam berat seperti besi, magnesium, mangan, de elel…
Dari siklus batuan yang terus berputar tanpa henti; [magma keluar, membeku terbentuk batuan beku, batuan tererosi hingga membentuk setitik debu (material sedimen)kemudian terendapkan kembali hingga membentuk batuan baru (batuan sedimen), karena kontrol panas dan tekanan yang tinggi terbentuk batuan lain yang sangat keras (batuan metamorf) jika semuanya kembali melebur terbentuk magma kembali, siklus ini terjadi terus menerus] spontan, reaksi kompleks tapi sederhana dan alami tanpa dapat dihentikan oleh siapapun yang picik terhadap eksistensi SANG pemilik, pemelihara, dan Penciptanya sejak nyawa bumi ditiupkan hingga ia dipanggil kembali…….
‘Ia senantiasa berdzikir dan bertasbih lebih awal sebelum anak adam ada didalamnya menjadi hambaNYA’
“Semua yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada ALLAH dan dialah yang maha kuasa atas segala sesuatu (Q.S al hadid:1)”


13 comments Oktober 21, 2008
Ketika Rokok adalah ‘jembatan emas menuju narkoba’
dua tahun yang lalu sebelum masuk kuliah, ketika itu gua balik ke sekolah (sma) yang dulu…. seperti biasa terpampang sebuah stanplat besar depan gerbang sekolah yang menjadi slogan dan ciri khas sekola gua yang malang: “MEROKOK ADALAH JEMBATAN EMAS MENUJU NARKOBA”… aufh.. aufh… (suara anjing yang jaga gerbang)…..
jika diliat-liat dari jauh… kayaknya betul juga… dalam sebatang rokok terdapat >200 jenis racun (aseton, asam sianida, karbonmonoksida, dan buanyuak luagui)…. habisin duit.. (kalau mau lebih ilmiah banyak situs yang udah nyediain pembahasan mengenai masalah rokok salah satunya di http://www.tobaccosmoke.org/book/export/html/4)
angka penjualan rokok domestik 2003-2004 hampir mencapai 225 batang rokok tapi paling parah pada awal 2000an hampir mencapai 235 miliar batang… peningkatan harga rokok pun sangat signifikan pada dekade 70-80 an rokok kretek sebatang harganya 200 perak sekarang sebatang mencapai 700perak… ketika harga sembako naik semuanya pada demo tapi ketika harga rokok naik gak ada yang berani demo kenapa, sebuah paradoks…
terus satu hal lagi, meskipun industri rokok banyak ditentang, didemo, diangap kontroversial sama hebohnya dengan pornografi vs RUUAP nya (tapi gak sampe segitulah jack!!) hingga ujung-ujungnya MUI ngeluarin fatwa rokok itu haram…(pret!!!! mampus lo)….
tapi coba ditilik agak deket bro.. meski banyak ditentang industri rokok termasuk ke dalam industri yang meraup tenaga kerja yang besar, dan pajak cukainya juga besar buat negara, lebih dari 25 juta orang indonesia bergantung pada rokok….
racun yang lumayan ‘enteng‘ ini membayar cukai ke pemerintah, Sumbangannya pada pemasukan negara antara lain berupa cukai rokok yang pada tahun 1998 mencapai Rp 7,5 trilyun. Belum lagi Pajak Pertam-bahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh). Industri rokok juga mendorong peningkatan surplus perdagangan komoditas tembakau dan hasil olahannya yang mencapai 147,79 juta dollar AS.
rokok juga meningkatkan perkembangan industri lain seperti percetakan, periklanan, perdagangan, transportasi, sampai riset
hebatnya lagi iklan komersial rokok ditelivisi lebih sopan dari iklan komersial yang kebanyakan ada…. separti iklan kosmetik yang agak terkesan vulgar dan iklan ‘ngehe’ lainnya….
dan….. rokok adalah rokok…… selalu nikmat memberi rasa mantap, aroma tembakau yang hangat… nikotin jahat yang menenangkan… rokok adalah rokok
maka ketika rokok adalah ‘jembatan emas menuju narkoba’…… aku akan menyebrangi jembatan itu namun tak akan kusebrangi sepenuhnya hingga keseberang sana… kemudian….. berhenti ditengah-tengah titian sekedar menikmati riak air dibawahya…. (bangke….)
4 comments Oktober 21, 2008




